Penelitian

Metodologi, data mentah, dan hasil pemodelan dari disertasi — kecepatan Google Traffic dan tiga metode survei lapangan (GPS ekor antrian, speedgun, counting manual) untuk validasi, serta pemodelan Greenshields dan RSM.

Tahap 1

Pengambilan Data Survei untuk Validasi Google Traffic

Survei lapangan dilakukan di 6 lokasi-arah koridor Jl. AKBP Cek Agus (RSUD-A/B, PTKY-A/B, MTBG-A/B), tiap lokasi disurvei satu hari penuh jam sibuk pagi. Tiga metode dipakai serentak: GPS ekor antrian (posisi surveyor mengikuti ujung antrian, dicatat tiap menit), speedgun pada tiga titik pengamatan (S1 pangkal antrian, T ekor antrian bergerak, S2 ujung antrian dekat U-turn), dan counting manual (cacahan mobil di titik pangkal, motor di titik ujung). Google Traffic ditarik paralel pada 10 titik segmen sepanjang tiap koridor via API setiap 5 menit. Data mentah keempat sumber ini dapat dilihat di tab Data.

Tahap 2

Alur Pemodelan Rezim Kemacetan

Kecepatan Google Traffic pada posisi ekor antrian (GPS) dibandingkan terhadap data lapangan untuk mengkalibrasi ambang zona macet (median 25.4 km/jam, dibulatkan ke 25 km/jam). Panjang kemacetan hasil Google Traffic dikoreksi dengan faktor ×0.55 berdasarkan korelasi terhadap pengukuran GPS lapangan. Dari zona kemacetan tervalidasi ini, model linier volume q = a + b·v dibangun untuk rezim kemacetan (v di bawah ambang), menghasilkan MAPE 5.9%. Ditemukan "paradoks resolusi": ketidakpastian estimasi justru naik dari 13–14% saat macet menjadi ~75% saat arus bebas — kebalikan dari intuisi umum.

Tahap 3

Pemodelan Greenshields pada 26 Ruas Jalan

Model Greenshields v = vf·(1 − k/kj) diterapkan pada 26 ruas (52 arah, 4 tipe jalan MKJI) di Kota Palembang. Kecepatan arus bebas (vf) ditarik dari data Google Traffic pada jam lengang (03.59), kecepatan macet (vj) dari periode kecepatan terendah. Volume hasil model dibandingkan terhadap ground truth counting lapangan: korelasi kuat (R² = 0.87, Pearson 0.93), kesesuaian terbaik pada tipe jalan 6/3 D. Dashboard interaktif metode ini — termasuk kalkulator per-arah dengan parameter Vf/Vj asli — tersedia di tab Hasil → Pemodelan Greenshield.

Tahap 4

Dasar Pemodelan RSM untuk Tipe Jalan 2/2 UD

Tipe jalan 2/2 UD (tanpa median, dua lajur) menunjukkan penyimpangan terbesar dari model Greenshields linier baku. Untuk kelas ini, 28 titik data (Vf, Vj, dan volume hasil survei dari 14 ruas × 2 arah) dikelompokkan dengan K-means (k=4, silhouette 0.452), lalu dipasang model permukaan respon (response surface) kuadratik Y = f(Vf, Vj, Vf², Vj²) yang menjelaskan 90.9% variasi volume (MAPE 16.4%) — hanya dari dua variabel kecepatan, tanpa perlu data kepadatan langsung. Permukaan model interaktif tersedia di tab Hasil → Pemodelan RSM.